Sebaik-Baik Perhiasan di Dunia


Sebaik-baik hal biasanya memiliki ciri ciri keunikan tersendiri.  Jumlahnya terbatas, ditempatkan ditempat
khusus atau tempat kesayangan, harganya mahal, tidak sembarang orang bisa memegangnya,   tidak banyak orang yang memilikinya dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan sebaik-baik perhiasan dunia, yang dinisbatkan Nabi kepada wanita,
     الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ“ Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim). Apa yang menjadi ciri-cirinya hingga mereka bisa di golongkan sebagai wanita sholehah. Berikut ulasannya.
1.      Taat pada Allah
Wanita muslimah adalah seorang wanita yang taat pada Allah dimanapun ia berada. Dalam kondisi apapun aturan Allah tidak pernah lepas dari kehidupannya.
 ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Imran :31).

2.      Mendirikan sholat dan menjalankan puasa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191).


3.      Patuh dan taat kepada suami

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء...ِ
“Laki-laki itu pemimpin atas perempuan…” (An Nisa:34).
Meskipun sang istri memiliki kedudukan yang lebih tinggi, gaji, lulusan universitas ternama, mentaati seorang suami dalam kebaikan merupakan kewajiban yang harus dijalankan.
Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan, “Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal bermaksiat kepada Khalik (Sang Pencipta).” (HR. Ahmad).

4.      Menjaga kehormatan dan harta suami
Menjaga kehormatan diri sama halnya dengan menjaga kehormatan suaminya.
“Maka wanita-wanita yang shalihah adalah  yang qanitah (ahli ibadah), yang menjaga (kehormatannya) taatkala suami tidak ada dengan sebab Allah telah menjaganya” (QS. An Nisa’:34)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketahuilah bahwa kalian mempunyai hak atas istri kalian dan istri kalian juga mempunyai hak atas kalian. Adapun hak kalian atas istri kalian adalah tidak mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian.” (HR. At-Tirmidzi).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja isteri yg meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga.” (Riwayat Tarmizi). Begitu banyak keburukan yang akan istri terima jika tidak taat kepada suami. Jika ketaatan kepada Allah yang mereka perintahkan, maka sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk mematuhinya.

Wallahua’lam bisawab. Semoga bermanfaat

Share:

0 komentar